Song Woo Suk (diperankan oleh Song Kang Ho) adalah seorang pengacara yang sangat berorientasi pada uang. Meski hanya lulusan SMA, secara mengejutkan Woo Suk mampu melewati ujian pengacara. Pada tahun 1978, ia pindah ke Busan untuk membangun firma hukum miliknya sendiri. Terpacu ingin menghasilkan banyak uang, Woo Suk kemudian merambah ke bidang pendaftaran real estate yang selama ini umumnya diurus notaris. Kapanpun dan di mana pun, Woo Suk tak pernah lupa untuk membagi-bagikan kartu namanya kepada siapa saja. Hal inilah yang menyebabkan para pengacara lain memandang rendah Woo Suk dan bahkan menjulukinya “Si Tolol Song”.
 
Seorang temannya yang berprofesi sebagai wartawan, Lee Yoon Taek (diperankan oleh Lee Sung Min), juga tidak senang dengan kelakukan Woo Suk. Menurut Yoon Taek, Woo Suk seharusnya dapat lebih memanfaatkan statusnya sebagai pengacara untuk membantu warga negara Korea lain yang membutuhkan bantuan hukum. Namun Woo Suk yang sudah sangat mengerti hukum tidak memedulikan anggapan orang-orang selama yang dilakukannya tidak melanggar undang-undang. Bersama seorang pegawainya yang memiliki banyak koneksi, Park Dong Ho (diperankan oleh Oh Dal Soo), Woo Suk bahkan sudah berancang-ancang ingin merambah urusan pajak.
 

 
Impian Woo Suk untuk segera kaya bukanlah tanpa sebab. Dulu ia pernah bekerja sebagai kuli kasar dan menjalani hidup yang sangat miskin. Saking kesulitan uang, Woo Suk bahkan pernah kabur setelah makan di sebuah restoran. Tujuh tahun kemudian, setelah firma hukumnya sukses besar, Woo Suk kembali lagi ke restoran tersebut untuk meminta maaf kepada pemiliknya yaitu, Choi Soon Ae (diperankan oleh Kim Young Ae).
 
Suatu hari, putra Choi Soon Ae yang bernama Park Jin Woo (diperankan oleh Im Si Wan) dinyatakan hilang. Ketika membantu Soon Ae agar dapat menemui Jin Woo di penjara, Woo Suk menemukan keanehan demi keanehan. Keadaan Jin Woo sangat memprihatinkan. Tubuhnya penuh memar, sementara mulutnya terus mengatakan hal-hal tidak jelas. Rupanya Jin Woo dan beberapa pelajar lain yang tergabung dalam sebuah klub buku dituduh membahayakan keamanan negara karena membahas sebuah buku berjudul What Is History? karya EH Carr yang disinyalir membawa ideologi komunis.
 

 
Awalnya, Woo Suk dan tim pengacara lain hanya ditugaskan untuk melakukan negosiasi guna meringankan hukuman Jin Woo dan kawan-kawannya. Namun hati nurani Woo Suk tergugah melihat keadaan Jin Woo yang diyakininya telah disiksa agar mengaku bersalah. Dapatkah Woo Suk membuktikan Jin Woo dan kawan-kawannya tidak bersalah? Terlebih lagi ia pun harus berhadapan dengan seorang petinggi polisi yang sangat berpengaruh. Ataukah Woo Suk kembali menjadi pengacara oportunis yang hanya mementingkan uang?
 

 
Film The Attorney sudah bisa kamu saksikan secara eksklusif di Viu terinspirasi oleh kasus nyata yang dikenal dengan sebutan “Burim Case”, terjadi pada tahun 1981, di mana 22 pelajar, guru, dan pegawai kantoran yang tergabung dalam sebuah klub buku dituduh sebagai simpatisan Korea Utara yang berideologi komunis. Film yang dirilis tahun 2013 ini pun menempati posisi ke delapan dalam daftar film dengan penjualan tiket terbanyak di Korea sepanjang masa. Saat ini film The Attorney sudah bisa kamu saksikan secara eksklusif di Viu. Yuk, sama-sama nonton film berlatar sejarah yang sarat makna ini!