Im Ba Reun (diperankan oleh Kim Myung Soo/ L Infinite) bertemu Park Cha Oh Reum (diperankan oleh Go Ara), temannya satu SMA, di atas kereta pada hari pertama mereka bekerja di Departemen Kasus Perdata 44 Pengadilan Negeri. Sosok Oh Reum masih melakat kuat di ingatan Ba Reun. Dari dulu Ba Reun sangat ingin mengenal Oh Reum yang gemar membaca dan pandai bermain piano. Sekarang Oh Reum adalah hakim baru di departemen yang sama dengan Ba Reun.
 
Sosok Oh Reum yang bersemangat ingin menegakkan keadilan sudah terlihat dari pertemuan mereka di atas kereta tersebut. Oh Reum tidak segan-segan melawan seorang penumpang yang tidak bertoleransi kepada penumpang lainnya. Selain itu, Oh Reum yang melihat seorang pria tua sedang mencoba berbuat asusila kepada seorang perempuan di depannya langsung bertindak dengan merekam kejadian tersebut. Si pria yang hendak merebut ponsel Oh Reum itu malah dihadiahi tendangan maut. Tanpa sengetahuan Oh Reum, tindakan beraninya itu divideokan seseorang, dan menjadi viral di tengah masyarakat. Video tersebut akhirnya membuat Oh Reum ditegur oleh Han Se Sang (diperankan oleh Sung Dong Il), Ketua Majelis Hakim pemarah yang merupakan atasannya di Pengadilan Negeri.
 

 

Akibat peristiwa itu Ba Reun pun menasehati Oh Reum untuk tidak berbuat mencolok dan cukup bekerja sesuai prosedur. Departemen mereka sendiri memiliki 450 kasus yang belum tuntas dan 50 kasus baru. Setiap minggunya departemen mereka setidaknya harus menyelesaikan 5 kasus untuk mempertahankan status quo. Ba Reun yang sudah lebih dulu bekerja di Pengadilan Negeri mencoba memperlihatkan realitas dunia peradilan kepada Oh Reum. Bagi Ba Reun, tujuan mulia Oh Reum untuk mengubah wajah pengadilan, melindungi yang lemah dan menegakkan keadilan, hanyalah angan-angan muluk. Ia bahkan menyinggung kehidupan kelas atas Oh Reum hingga wanita itu hanya terbiasa melihat hal-hal yang indah saja, berbeda dengan Ba Reun yang berasal dari keluarga miskin. Ayah Ba Reun hanyalah seorang mantan jurnalis yang semenjak dipecat dari kantornya kerap mabuk-mabukan dan menimbulkan masalah, sementara ibunya memimpikan kehidupan ideal dengan terus mendorong Ba Reun agar berkencan dengan wanita kaya dan terpandang. Hal-hal inilah yang membuat Ba Reun percaya bahwa pada dasarnya manusia bersifat egois dan tamak. Ia tidak tertarik dengan angan-angan menegakkan keadilan ala Oh Reum. Satu-satunya tujuan Ba Reun menjadi hakim tak lain hanya untuk mencari nafkah.
 
Namun sikap dingin Ba Reun tidak mempan bagi Oh Reum. Pada hari keduanya di Pengadilan Negeri, Oh Reum justru sengaja tampil mencolok dengan memakai rok pendek yang tidak lazim untuk orang-orang yang bekerja di kantor pemerintahan. “Lebih baik melawan dari pada hanya mengeluh,” demikian prinsip yang diyakini Oh Reum.
 

Sikap Oh Reum yang keras kepala dan cenderung membawa-bawa perasaan simpati menyulitkan departemennya sendiri. Kasus-kasus perdata yang ditangani departemen mereka umumnya menyangkut kemanusiaan, seperti kasus hutang-piutang, kontrak kerja yang tidak adil, sampai kasus pertikaian di restoran yang melibatkan perasaan kaum ibu. Oh Reum melihat banyak ketidakadilan dalam kasus-kasus tersebut. Saking sedihnya memikirkan kasus-kasus tersebut, Oh Reum merasa umurnya berkurang setiap kali memasuki ruang sidang. Sekali lagi Ba Reun menasehati Oh Reum agar tidak menjadikan kasus-kasus tersebut sebagai masalah pribadi. Sebagai hakim, mereka cukup berpegang kepada alat bukti yang dimiliki penggugat dan tergugat, dan bukannya atas perasaan simpati yang bisa saja salah.
 
Apakah realita pengadilan akhirnya mengubah sikap Oh Reum dan menjadikannya hakim biasa yang sekadar mengikuti protokoler pengadilan seperti halnya Ba Reun? Atau justru Ba Reun-lah yang terpengaruh semangat menegakkan keadilan yang dibawa Oh Reum? Bagaimana pula sikap Ketua Majelis Han Se Sang terhadap kedua hakim pembantunya tersebut? Apakah Departemen Kasus Perdata 44 yang ditangani trio hakim tersebut dapat menuntaskan ratusan kasus dengan memuaskan? Alasan apa pula yang melatarbelakangi Oh Reum menjadi hakim?
 

Drama Miss Hammurabi adalah drama terbaru persembahan JTBC yang tayang setiap Senin dan Selasa mulai tanggal 21 Mei 2018. Mengangkat cerita dari novel terkenal dari penulis skenarionya sendiri yang pernah bekerja sebagai hakim di Pengadilan Negeri Seoul Timur, kisah dalam drama ini tentunya sangat meyakinkan dan dekat dengan kenyataan. Selain ketiga hakim yang menjadi protagonis, masih ada karakter Jung Bo Wang (diperankan oleh Ryu Deok Hwan), si lulusan sekolah teknik yang pandai menjilat dan tahu segala hal tentang hakim-hakim di Pengadilan Negeri, dan Lee Do Yeon (diperankan oleh Lee Elijah) si panitera kompeten yang menjadi andalan Departemen 44.
 
Dari segi akting para pemain, tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sung Dong Il adalah aktor veteran Korea yang sudah malang melintang di industri hiburan. Pada tahun lalu aktor gaek ini sangat aktif bermain film, di antaranya film Real dan Midnight Runners. Bagi Kim Myung Soo, drama Miss Hammurabi adalah pembuktian aktingnya setelah banyak dipuji atas perannya dalam drama The Emperor: Owner of the Mask. Sementara bagi Go Ara, ini adalah drama pertamanya setelah sukses memerankan Aro dalam Hwarang: The Poet Warrior Youth dan Kang Ha Ram dalam Black.
 
Yuk, jangan sampai ketinggalan drama bertema hukum yang dibalut bumbu komedi ini hanya di Viu!
 

Baca juga:
– Sinopsis Midnight Runners
– Sinopsis Black
– Sinopsis The Emperor: Owner of the Mask
– Sinopsis Hwarang: The Poet Warrior Youth